Peningkatan kompetensi dan profesionalitas dosen dalam melakukan pembelajaran jarak jauh, menjadi dasar Gugus Penjamin Mutu TBI menyelenggarakan diskusi penggunaan Smart E-Learning, Kamis, 14 Agustus 2020. Diskusi ini diikuti oleh dosen di lingkungan FAB, guru, dan alumni TBI secara daring dan luring.

Harapannya, kegiatan diskusi mengenai strategi pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia dengan Smart E-Learning ini dapat meningkatkan layanan mutu akademik mahasiswa TBI di era pandemi Covid-19. “Pada diskusi kali ini kita mengundang Puput Arianto, M.Pd. dosen PBI FAB yang juga seorang digital learning media creator dan Kurniasih Fajarwati, M.Pd. dosen pembelajaran sastra TBI. Pengalaman mereka dalam menggunakan media digital sebagai perangkat pembelajaran, membuat dosen TBI ingin belajar bersama” terang Tim GPM TBI.

Selama diskusi berlangsung, pembicara pertama, Puput Arianto, M.Pd. menyampaikan tata cara pembuatan animasi pembelajaran. Pembicara memperkenalkan dua platform yang dapat digunakan untuk membuat animasi pembelajaran, yakni Camtasia dan Powtoon. Kedua aplikasi tersebut merupakan perangkat video animasi yang cukup mudah digunakan pendidik sebagai perangkat pembelajaran.

Peserta tidak hanya sebatas mendengarkan penjelasan dari pembicara, akan tetapi juga melakukan praktik secara langsung menggunakan perangkat yang dimiliki. Mereka dilatih untuk membuat tulisan, mengedit, dan merangkai gambar sehingga menghasilkan perangkat pembelajaran yang menarik.

Hasil dari pembuatan media pembelajaran ini dapat diunggah di Smart E-Learning yang telah disiapkan kampus. Tata cara penggunaan Smart E-Learning dipandu oleh pembicara kedua, Kurniasih Fajarwati, M.Pd. Dalam pemaparannya, penggunaan platform moodle pada Smart E-Learning memungkinkan dosen untuk membuat konten yang menarik meliputi materi, tugas, pesan, forum, kuis, dan survei. Selain itu, fitur lesson dalam moodle telah didesain untuk mempermudah para dosen dalam membuat konten pembelajaran. Tentunya, moodle dalam e-learning ini sangat mendukung proses pembelajaran jarak jauh. Namun, penggunaan moodle dalam e-learning ini juga membutuhkan pemahaman, sehingga pendampingan moodle juga perlu dilakukan kepada para pendidik.

Pada akhir acara, moderator, Dian Uswatun Hasanah, M.Pd. berpesan bahwa dalam melakukan pembelajaran jarak jauh, proses keberhasilannya tidak hanya ditentukan oleh pendidik dan peserta didik. Ketepatan pemilihan perangkat pembelajaran yang menarik dan kepiawaian menggunakan IT juga sangat berpengaruh. Oleh karena itu, jangan pernah lelah untuk terus belajar! (Tiya Agustina)