Dosen Prodi Tadris Bahasa Idonesia adakan rapat kerja dan capacitiy building, Senin (23/11). Acara yang diselenggarakan di Bale Branti Tea Art & Culture, Ngargoyoso, Karanganyar, ini diikuti oleh seluruh dosen dan dipimpin oleh Kaprodi TBI, Dr. Siti Isnaniah, M.Pd. Pada kesempatan ini, TBI mengundang pegiat sekaligus pengelola jurnal sebagai narasumber, yakni Supriyanto S.Ud., M.Ud. Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini bertujuan untuk membahas evaluasi jurnal Tabasa. Kaprodi TBI, Dr. Siti Isnaniah, M.Pd berharap dengan adanya evaluasi ini, jurnal Tabasa dapat lolos ke Sinta 2 untuk menambah nilai akreditasi Prodi Tadris Bahasa Indonesia.

Terdapat beberapa strategi yang disampaikan narasumber agar jurnal Tabasa terindeks Sinta 2, yakni (1) Pengelolaan jurnal harus konsisten, (2) Tampilan jurnal harus menarik, (3) Memiliki ISSN, (4) Memiliki DOI (Digital Object Identifier), (5) Bahasa penunjuk penulisan, fokus jurnal, deskripsi jurnal harus konsisten, (6) Susunan pengelola jurnal 60% harus memiliki id Sinta, Scopus dan akun Google Scholar,  (7) Mitra bestari setidaknya ahli dalam bidang bahasa Indonesia dan memiliki id Scopus serta akun Google Schoolar.

Selain menyampaikan strategi agar lolos Sinta 2, narasumber juga menyampaikan evaluasi untuk jurnal Tabasa  yaitu (1) Pastikan petunjuk penulisan itu sama dengan artikel yang di publikasikan, (2) Tampilan jurnal masih sederhana, (3) Editor insip atau penyelaras bahasa dan proof read cukup satu orang saja, (4) Daftar pustaka, meskipun sudah menggunakan mendeley, tetapi tetap harus diedit konsistensi formatnya. Banyak sekali catatan yang perlu di evaluasi di jurnal Tabasa ini,  narasumber pun juga mengatakan “Artikel yang terbit pertama hancur tidak apa-apa, yang penting yang kedua, ketiga, dan keempat usahakan bagus”. Catatan evaluasi tersebut dapat dijadikan sebagai perbaikan pada penerbitan edisi kedua bulan Desember nanti.

 Kegiatan rapat kerja dan capacitiy building ini diakhiri dengan melakukan outbond di pendopo Bale Branti Tea Art & Culture, Ngargoyoso, Karanganyar. Hal ini dilakukan untuk membangun kekompakan tim dalam  mengawal jurnal Tabasa sampai Sinta 2 bahkan terindeks Scopus guna menambah nilai akreditasi prodi TBI. Meskipun cuaca saat itu hujan  tetapi dosen TBI tetap semangat dalam menjalankan serangkaian acara rapat kerja dan capacitiy building tersebut. (Alifia Hapsari)